Apa Saja Sih Kategori Makanan dan Minuman Halal

Mengkonsumsi makanan halal merupakan perintah Allah SWT sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al – Quran. Sebagai bukti cinta dan taat akan perintah Allah setiap muslim berupaya untuk senantiasa memakan makanan dan minuman yang di berasal dari sumber yang Halal.  

Kenapa Allah SWT memerintahkan setiap manusia untuk memakan makanaan yang halal? , apakah ada korelasi nya antara Hadist Rosulullah SAW yang bersabda 
أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ
“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599)

Makanan dan Minuman yang halal akan mengalir ke setiap sel , darah tubuh manusia dan lama kelamaaan akan menjadi daging. Dan manusia yang dalam hidupnya senantiasa memakan makanan haram (baik sumber dan asal nya haram) maka jangan heran jika ia senantiasa mendekatkan diri pada setan dan menjauhi perintah Allah SWT , karena “daging” pada tubuh nya telah demikian condong kepada Hal -hal yang dibenci Allah SWT.

Lalu apa pengertian Makanan dan Minuman Halal ?, Apa itu halal , Najis ? serta makanan dan minuman apakah yang di haram kan?

Hukum dasar perbuatan adalah terikat dengan hukum syara yaitu fardhu  (wajib) , sunnah,  mubah , makruh,  dan haram( dilarang) , sedangkan hukum benda adalah  boleh selama tidak ada dalil yang mengharamkannya. Oleh sebab itu lah maka   Halal - Haram menjadi dasar dalam penilaian Halal Haram nya suatu makanan / minuman. Proses Penilaian Halal – Haram Makanan dan Minuman tersebut telah dilakukan oleh lembaga  Sertifikasi Sistem Jaminan Halal (SJH) yang dilakukan oleh Negara masing – masing untuk melindungi Penduduk Muslim di negara tersebut seperti seperti LPPOM – MUI  (Indonesia), dan 42 lembaga sertifikasi lainnya di seluruh dunia (mungkin saat ini telah berambah). 

Halal   artinya “diperbolehkan. Pengerian halal menurut definisi adalah   Sesuatu yang dibolehkan menurut ketentuan Syariat Islam. Pasangan kata  Halal adalah thayib yaitu  Sesuatu yang baik, suci/bersih, lezat . Suatu makanan tidak hanya harus Halal tetapi juga harus  Thayib yaitu selain halal maka makanan itu harus mengandung khasiat / manfaat bagi kesehatan. dll.  Sedangkan Najis adalah  Sesuatu yang kotor menurut ketentuan syariat Islam dan Setiap bendayang najis/mutanajisHaram dimakan. 

 Jenis Makanan/Minuman yang Diharamkan 
1. Bangkai, Darah, Daging Babi, Hewan yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah
 Allah SWT Berfirman pada QS Al Baqoroh :173 

 إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ ۖ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Artinya :
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS Al-Baqarah : 173)

 Lalu pada QS Al Maidah : 3 Allah SWT Berfirman :  
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ۚ ذَٰلِكُمْ فِسْقٌ ۗ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 Artinya :  Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al Maidah : 3 )

Lalu Allah SWT kembali berfirman pada QS Al-An’am :145 yang berbunyi :

قُلْ لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَىٰ طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

  Artinya : Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi -- karena sesungguhnya semua itu kotor -- atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. Al-An’am:145).
 Perintah tersebut di ulangi pada QS. An – Nahl:115

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ ۖ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Artinya : Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah ; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. An-Nahl:115).

2. Binatang buas

  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda 

نَهَى رسولُ اللهِ ص.م. عَنْ كُلِّ ذِيْ نَابٍ مِّنَ السِّباعِ وعَنْ كُلِّ ذِيْ مِخْلَبٍ مِّنَ الطَّيْرِ

Artinya “Rasulullah saw. telah melarang memakan setiap binatang bertaring dari jenis binatang buas dan setiap jenis burung yang berkuku tajam (untuk mencengkram).” (HR. Muslim)

3. Khamr (Minuman yang memabukkan)

Allah SWT Berfirman dalam QS. Al-Maidah : 90 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan (QS. Al-Maidah:90).

Pengecualian berdasarkan  Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أُحِلَّتْ لَنَا مَيْتَتَانِ وَدَمَانِ فَأَمَّا الْمَيْتَتَانِ فَالْحُوتُ وَالْجَرَادُ وَأَمَّا الدَّمَانِ فَالْكَبِدُ وَالطِّحَالُ

“Kami dihalalkan dua bangkai dan darah. Adapun dua bangkai tersebut adalah ikan dan belalang. Sedangkan dua darah tersebut adalah hati dan limpa.” (HR. Ibnu Majah no. 3314)  

Berdasarkan uraian di atas yaitu Bangkai, Darah, Daging Babi, Hewan yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah, binatang buas, dan khamr Kesemua nya Haram Untuk dimakan Kecuali Bangkai ikan dan belalang, Darah hati dan limpah.  Makanan dan minuman yang halal tersebut akan menjadi haram di konsumsi takkala terkontaminasi dengan najis.

Lalu apa itu Najis ?.

Najis adalah Suatu kotoran yang dapat menyebabkan tidak sahnya ibadah
Ditinjau dari cara membersihkannya, najis dibagi menjadi tiga
1. Najis Mukhaffafah (najis ringan)
Najis ringan adalah najis yang cara membersihkannya cukup dengan diperciki air di bagian yang terkena najis / di lap basah. Contoh: air kencing bayi laki-laki yang hanya minum ASI.
2. Najis Mutawassithah (najis sedang)
Najis pertengahan adalah najis yang cara membersihkan nya harus di cuci hingga hilang warna, bau dan rasa najisnya. Contoh: kotoran manusia dewasa/ hewan , darah haid, air kencing 
3. Najis Mughallazhah (najis berat)
Najis berat adalah benda najis yang cara membersihkannya dengan dicuci / dibasuh  sebanyak tujuh kali dengan air yang salah satunya dicampur tanah /serupa tanah. Contoh: Jilatan (air liur ) anjing , babi dan turunannya. 

Mutanajis adalah benda yang terkena najis, setiap benda yang terkena najis ( Mutanajis) Haram untuk dimakan. Sebagai contoh pernah kah makan Martabak yang kuas pengoles margarin /menteganya nya menggunakan bulu hewan? . Bagaimanakah jika bulu itu berasal dari bulu babi?



Comments

Popular posts from this blog

Penentuan Umur Simpan Produk - Shelf Life Product

Simak! Kriteria Jaminan Produk Halal