Penentuan Umur Simpan Produk - Shelf Life Product

Pernah nggak memperhatikan tulisan expired date, best before used, atau use by ?. Sekilas mirip ya, sama-sama mencantumkan tanggal di produk tersebut. Namun sebenarnya berbeda. Expired Date /tanggal kadarluarsa menjadi tanggal yang diberikan untuk  product tertentu sampai tidak layak dikonsumsi, sedangkan shelf lfe /umur simpan adalah lamanya masa penyimpanan (pada kondisi penyimpanan yang normal/sesuai petunjuk kemasan) dimana produk itu masih memiliki dan memberikan daya guna seperti yang diharapkan. Mirip yaa, memang. Amannya ambil product yang masa simpannya masih panjang saja, tapi kalau sudah dibeli, tanggalnya sudah mendekati, perlu nggak dibuang ya? 

Para produsen memberikan label expired date, best before used, atau sheft lifenya nggak sembarangan loh. Mereka mengkaji dan mengevaluasi serta menyimpan bukti proses product mereka secara berkala dan periodik. Bahkan sampai bertahun tahun lamanya sebelum akhirnya bukti rekaman tersebut dimusnahkan. Baik expired date, sheft life akan memberikan jaminan produk ke custumer agar tetap layak dan aman dikonsumsi dengan syarat penyimpanan sesuai dengan petunjuk di kemasan produk tersebut. 

Produsen dan distributor, wajib memenuhi persyaratan tertentu agar makanan tersebut layak , aman dan tetap terjaga packaging dan isi produk hingga ketangan konsumen. Makanan seperti frozen food tentu harus terjaga kemasan dan suhu penyimpanan yang stabil agar tetap layak di konsumsi dan memerlukan penanganan yang ekstra, dibandingkan dengan produk lainnya. 

Saat makanan telah dibeli, penting bagi konsumen untuk memperhatikan tempat penyimpanan mereka. Walau expired datenya masih lama, kalau daging di simpan di chiller tentu hanya bertahan 2-3 hari saja, lain halnya jika di freezer. Metode penyimpanan aneka bahan makanan bisa baca disini ya Tips Cara Mengawetkan Aneka Jenis Makanan, atau disini Frozen Food sebagai cara mengawetkan makanan jaman now. Oleh karena itu simpanlah produk yang dibeli sesuai dengan petunjuk pada kemasan produk tersebut. Apakah dijauhkan dari cahaya matahari, suhu beku,tempat adem dan sejuk dll.

Shelf life dan expired date date oleh produsen akan di pengaruhi oleh faktor kritis dan batas kritis. Faktor kritis adalah faktor yang menyebabkan kerusakan / penurunan mutu yang paling cepat seperti pengaruh suhu, degradasi akibat terpapar sinar matahari, kelembaban tempat penyimpanan (moisture content), mikroorganisme, ataupun rusaknya kemasan karena gigitan hama pengerat seperti tikus. Sedangkan batas kritis adalah batasan mutu minumun yang diharapkan seperti secara fisik meliputi bentuk fisik, bau,warna dan rasa ataupun secara kimiawi seperti nilai kapang kamir (jamur /fungi) dan mikroorganisme lainnya. 

Sebagai Contoh untuk produk-produk kering seperti gula produsen akan memberikan jangka waktu 2 tahun sejak diproduksi, karena gula lebih mudah terjaga mutunya selama tempat penyimpanan tidak lembab. Oleh sebab itu packaging gula dalam wadah kemasan plastik yang rapat. Lain halnya dengan beras, kurang dari 1 tahun paska produksi, karena beras perlu disimpan ditempat bersirkulasi baik, tidak tertutup rapat selayaknya gula. Sehingga kemasan gula biasanya berupa karung dengan anyaman rapat, yang memungkinkan beras mendapatkan sirkulasi udara dengan baik. Penurunan kualitas beras bisa ditandai dengan bau apek beras, adanya serangga seperti kutu dll. Baik gula, beras jika dikemasan telah melebihi expired date, namun produknya masih bagus dan tidak mengalami perubahan bentuk fisik (warna,bau dan rasa) tentu masih bisa dikonsumsi. Walau biasanya dipasaran. jarang sekali ada gula atau beras yang expired, mengingat produk ini adalah kebutuhan pokok masyarakat. 

Untuk produk homemade seperti roti, pastry, cake dll. Umur simpan hanya kurang dari 1 minggu. Cara paling mudah mengenalinya adalah timbulnya fungi/jamur pada produk tersebut. Tentu saja jika melewati tanggal yang tertera dan ditandai dengan penurunan kualitas produk. Sebaiknya dibuang dan tidak dikonsumsi manusia, karena untuk jangka panjang, sangatlah merusak kesehatan organ hati. Untuk produk seperti daging penyimpanan harus dalam kondisi beku dengan suhu penyimpanan terjaga -10 oC. (dibawah 0 ) agar perkembang biakan bakteri pembusuk bisa dicegah. Sehingga sangat penting mengenal karakterisitik setiap bahan makanan tertentu.

Yang kami lakukan, dalam menentukan umur simpan produk untuk skala laboratorium adalah dengan menyimpan produk tersebut dan diberi perlakuan sesuai dengan kemasan yang tertera dan tidak, yaitu secara umum sebagai berikut ini

1. Penentuan Faktor kritis Mutu 
Parameter yang dilakukan melalui pengamatan, dengan memperhatikan bentuk fisik produk dan menentukan nilai batas kritis seperti pada roti berupa nilai kapang /kamir/jamur/fungi terlihat atau tidak, moisture bagi gula, etoh konten untuk produk alkohol dll.  Dan dicatat per hari 

2. Penentuan batas kritis

  • Tahapan ini merupakan kegiatan analisa pada saat analisa umur simpan untuk mengidentifikasi faktor kritis yang merupakan batasan minimum untuk mutu yang dijanjikan masih layak konsumsi seperti : parameter fisik dan end product
  • Dilakukan penentuan batas kritis dengan mempertimbangkan peruntukan dan karakteristik produk tersebut
3. Pengujian umur simpan
  • Sampel diambil di area pengemasan pada saat dilakukan pengemasan produk terkait
  • Sampel disimpan dalam gudang yang kering dan bersih pada suhu kamar atau suhu AC tergantung pada jenis produk yang di uji
  • Segera lakukan analsia seperti yang tercantum pada faktor kritir sebagai t = 0 , hasil analisa ini menunjukkan kondisi mutu awal produk

4. Verifikasi dan monitoring

  • Lakukan pengamatan sampel setiap bulannya dan catat suhu serta humiditas (RH)
  • Lakukan analisa sesuai dengan parameter pada batas kritis setiap bulannya sampai bulan ke -N
  • Segera dilakukan analisa seperti yang tercantum pada faktor kritis sebagai t =0, hasil analisa ini menunjukkan kondisi awal product

5. Verifikasi dan Monitoring

  • Lakukan pengamatan sample setiap bulannya, dan catat suhu serta humiditas (RH)
  • Lakukan analisa sesuai dengan parameter pada batas kritis setiap bulannya sampai bulan ke -N
  • Bila sample sudah mencapai hasil seperti yang ditetapkan untuk batas kritis, maka pengambilan sampel dihentikan
  • Lakukan analisa seperti yang tercantum pada faktor kritis pada bulan ke - N
  • Bila hasil analisa menunjukkan hasil uji yang menunjukkan hasil uji yang menyimpang , akan dilakukan tindakan untuk menginvestigasi penyebab penyimpangan tersebut
  • Selanjutnya akan dilakukan tindak lanjut berdasarkan hasil identifikasi tersebut

6. Evaluasi Hasil

  • Hasil pengecekan dan analisa sampel setiap bulan dilaporkan dalam bentuk : Shelf Life Monitoring Test Report
  • Bulan di mana sampel mencapai Batas Kritis disebut bulan ke -N , sedangkan umur simpan adalah bulan ke N- 3
  • Hasil Uji umur simpan harus dipelihara dan disimpan sebagai base untuk pengembangan product
Prosedur diatas saya tuliskan berdasarkan pengalaman pada terigu dan gula. Sebagai gambaran teman-teman saja dalam menentukan lama produknya. Jika tidak ada alat sepeeti humidity, lakukan pengamatan perhari secara visual saja meliputi bau warna dan rasa. Misal produknya hanya bertahan mingguan. Berapapun hasil yang didapat secara rata-rata kurangi sekitar 2-3 hari sebagai pengaman bagi konsumen kita. Semoga tulisan sepenggal pengalaman ini bisa bermanfaat untuk sesama. 





Comments

Popular posts from this blog

Apa Saja Sih Kategori Makanan dan Minuman Halal

Simak! Kriteria Jaminan Produk Halal